Satu event Pujian dan Penyembahan diselenggarakan oleh FKP3 (Forum Komunikasi Pelayan Pujian & Pemusik) dan Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia Keuskupan Agung Jakarta (BPK PKK KAJ) pada Sabtu, 24 November 2018, bertempat di The Kasablanka Main Hall, Kota Kasablanka, Kuningan, mulai dari pukul 8 pagi hingga 9 malam.

Dengan tema “Heaven Touch Down”, event ini merupakan pembekalan spiritual bagi umat katolik yaitu bagaimana penyembahan dan pujian dapat memberikan dampak perubahan yang besar bagi pribadi umat. Tentunya perubahan tersebut berupa penyerahan sepenuhnya kepada hadirat Yesus Kristus dalam setiap aspek kehidupan, kesetiaan yang kuat kepada Injil dan ajaran Gereja Katolik. Tema Heaven Touch Down ini adalah manifestasi dari Doa Bapa Kami dimana pujian dan penyembahan adalah untuk menghadirkan surga ke bumi.

Unlimited Worship Conference 2018 adalah yang ketiga setelah dalam 2 event sebelumnya menjadi suatu wadah bagi Kebangunan Rohani Katolik. Yang menarik adalah, walaupun acara ini diprakarsai oleh FKP3 dan BPK PKK KAJ yang merupakan Katolik Karismatik, tetapi acara ini sebetulnya untuk semua umat katolik tanpa terkecuali.

Praise & Worship adalah merupakan sarana memuliakan Tuhan, menyatukan jiwa menurut tuntunan Roh Kudus, bagaimana doa-doa itu dapat menjamah hati Tuhan. Musik merupakan kendaraan atau jembatan bagi manusia dengan Tuhan.

Dalam UWC 2018, acara ini terbagi dalam 2 jenis praise and worship, yaitu gaya karismatik dan gereja katolik. Dalam gaya karismatik, musik yang diangkat merupakan paraliturgi dimana musik disini mengiringi ibadah kebangkitan rohani katolik yang sifatnya lebih pembaharuan iman, merasakan kesembuhan, pemulihan, kekuatan, penghiburan dan damai sukacita. Sedang dalam perayaan misa atau Ekaristi, musik membawakan kidung-kidung agung selaras dengan perjamuan kudus dan liturgi gerejawi yang lebih khidmat.

Dalam katolik, musik adalah bagian yang penting dalam liturgi dan menjadi satu kesatuan dengan liturgi itu sendiri, sehingga bukan untuk sekedar menghibur umat tetapi juga memuliakan para musikus itu sendiri. Untuk melantunkan kidung-kidung agung surgawi, dalam katolik harus menggunakan alat musik yang sesuai kategorialnya.

Untuk event UWC yang merupakan ibadah paraliturgi ini, penggunaan keyboard dalam hal ini adalah KORG Kronos tentu tepat karena memang diperlukan suatu instrument yang dapat menjadi jembatan manifestasi kuasa pujian dan penyembahan, mendapatkan dan menghidupi spiritual warefare melalui para Worship Leaders.

UWC 2018 ini menghadirkan pembicara utama yang merupakan seorang awam katolik atau Pewarta Mimbar, Dr. Mark Nimo yang berasal dari Ghana, Leader Karismatik Internasional. Nimo aktif di ICCRS (International Catholic Chatismatic Renewal Services) dan salah satu pembicara/ pengajar di Catholic Charismatic Renewal (CCR) Golden Jubilee di Vatican 2017 lalu. Selain seorang pembicara/pengajar, Nimo juga seorang Worship Leader. Kehadiran Dr. Mark Nimo di UWC 2018 ini tentunya memberikan kesempatan kepada peserta UWC 2018 yang hadir untuk mendapatkan pengalaman spiritual yang berbeda.

Acara puncaknya adalah Perayaan Ekaristi memperingati hari Kristus Raja. Misa dipimpin secara konselebran oleh tujuh imam dan diiringi oleh Cicilia Choir Katedral Jkt & Orkestra. Tanggal 24 November diperingati sebagai perayaan Kristus Raja Semesta Alam, sekaligus sebagai suatu kerinduan bahwa Tuhan menjadi raja yang disembah oleh seluruh suku bangsa.

Acara ini dihadiri hampir 3500 umat yang memenuhi main hall The Kasablanka. Selain praise and worship, acara ini juga merupakan bentuk solidaritas umat katolik karismatik untuk anak-anak penyandang cacat. Dana yang diperoleh dari acara ini akan disumbangkan untuk pembangunan Kapel Yayasan Bhakti Luhur, sebuah rumah panti asuhan pagi para penyandang cacat ganda, terbesar di Asia dengan jumlah 5000 anak, berlokasi di Keuskupan Malang.

Tentunya aksi donasi ini sangat sesuai dengan tema yang diangkat yaitu Heaven Touch Down, yaitu bagaimana tangan-tangan Tuhan bekerja untuk menjamah umat-Nya dan menciptakan dibumi seperti disorga.